Wednesday, September 30, 2009

Kabar Dari Sorga

Ketika manusia mati di mandikanlah dia, dibungkuslah dia dengan kain kafan dan lalu dikuburkanlah dia di dalam tanah ditingalkanlah dia sendiri tanpa ayah, ibu, anak, istri dan kawan. Dia sekarang tidak ada yang bisa membantu dan menemaninya didalam kuburnya kecuali tiga perkara yang bisa menemani dan menolongnya; ialah ilmu yang bermanfaat, shadekah jariyah dan anak anak shaleh yang mendoakannya.

Di alam sana ditanyalah oleh malaikat… menjawablah dia; Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah SWT dan Muhammad adalah utusannya.

Maka dibukanlah buku catatannya lalu malaikat menjumpainya :

Dia termasuk hambah yang selalu menjalankan shalat, puasa, zakat dan menjalankan ibadah haji ketika dia mampu menuanaukannya.

Dijumpainya dia adalah hambah yang mukmin “ Al-ladzina hum fi shalatihim khasyiun” ketika dia shalat dia senantiasa lupa terhadap sesuatu kecuali hanya ingat kepada Allah, tidak menyibukkan mulutnya dalam shalatnya kecuali membaca Qur’an, berdzikir kepada Allah.

Dia termasuk hambah yang “Al-ladzina hum an al-lahwi mu’ridhun” yang senantiasa tidak berkata kata dan melakukan dalam hidupnya kecuali yang bermanfaat dan mengandung kebaikan kepada sekelilingnya dan tidak mensia siakan waktunya untuk hawa nafsunya.

Dia adalah hambah “ Al-ladzina hum fi al zakat faa’ilun” yang selalu melaksanakan kwajiaban yang telah di wajibkan oleh Allah dari harta yang halal yang telah dihasilan dari kerja keras dalam bersedekah sebab dia tau bahwa Allah memperintahkannya.

Dia termasuk hambah “ Al-ladzina hum li furujihim khafidhun” yang selalu menjaga kehormatan, tidak berzina, menjaga pandangan matanya dari kemaksiatan, dan selalu berpuasa diluar bulan ramadlan.

Dijumpainya dia adalah termasuk dari hambah “al-ladzina hum li amanatihim wa ahdihim raa’un” dia selalu amanah atas harta orang lain, meyimpan rahasia rahasia saudara saudaranya, selalu menjaga janji dan tidak mengumbar janji palasu.

Lalu malaikat juga menjumpainya bahwa dia adalah hambah “ al ladzina hum ala shalatihim yukhafidhun” tidak pernah meinggalkan shalat selalu tepat waktunya, perkerjaan kantornya tidak menjadikan dia telat menjalankan shalat dan senantiasa mendahulukan shalat daripada kegiatan yang lain (dunia).

Dia adalah hambah yang bertaqwa “ Al ladzina yunfiquna fi al sarrak wa al dzarak’ keadaan lapang dan sempit tidak menjadikan dia mencintai harta dan pelit dan menumpuk harta sebanyak banyaknya tapi dia selalu menginfakkan harta dalam keadaan apapun.

Dia adalah hambah “ al kadhimin al ghaith” yang selalu menahan amarahnya dia ingin marah dan dia tidak ada orang yang benci disebabkan amarahnya.

Dia adalah termasuk hambah “ Al ‘aafina an al-annas” selalu punya jiwa pemaaf kepada orang yang telah mendlaliminya dan tidak memusuhinya.

Kemudian malaikat menjumpai pula bahwa dia adalah termasuk hambah “ al aladzina idza fa’aluu fakhisah auw dzalamuu anfusahum dzakaruuu Allah faastaghfiruu li dzunubihim wa man yaghfiru al dzunub illa Allah wa lam yashiruu ala ma fa’aluu wa hum ya’lamun” ketika dia menlakukan dosa dosa besar selalu mengingat Allah, takut dan selalu mengingat Allah untuk meminta ampunan, rahmatNya dan senantiasa melaukan taubat dan tidak mengulanginya lagi dosa dosa itu.


Maka malaikat berkata Hambah ini berhak apa yang telah dijanjian oleh Allah “ ulaika hum al warisun al-ladzina yarisuna al fidaus hum fiha khalidun” yaitu mesuk surga dan kekal di dalamnya

No comments: